Wednesday, March 25, 2015

Contoh Laporan Prakerin TAV

Standard


PERBAIKAN POWER AMPLIFIER
SONY COMPO
(Laporan ini diajukan untuk salah satu persyaratan untuk mengikuti
Uji Sertifikasi Prakerin)



Ditulis oleh    :
NAMA SISWA                      : SOFWAN AKA ALMUBAROK
NISN                                     :  9973781167
TINGKAT / KELAS               : XII / XII TAV I
KOMPETENSI KEAHLIAN   : TEKNIK AUDIO VIDEO



PEMERINTAHAN KABUPATEN KUNINGAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMK NEGERI 3 KUNINGAN
Jalan Raya Cirendang – Cigugur – Kuningan. Telp :(0232) 876833, Fax : (0232)8881723,                   BKK : (0232)881720 SPTP : (0232)8881721, Prakerin : (0232)8881722, BK : (0232)877033, RSP : (0232)875955                              Website : www.smkn3-kuningan.net   Email : uptd_smkn3kng@yahoo.co.id  ,   Kode Pos 45518





LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini telah di periksa/diteliti dan diuji keabsahannya pada tanggal.......,Agustus 2014 oleh :
                    




          Pembimbing                                                                  Penguji


Drs. Ahmad Hariri                                                           Drs. Sigit Wiyono
NIP. 196809141995121001                                              NIP. 196409281990031003


Mengetahui/Menyetujui
Kepala Kompetensi Keahlian

                                                Rudi Sugandhi S. Pd., M.M.Pd.
i
                                                NIP. 196804041997031004


KATA PENGANTAR
     Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan praktek kerja industri.
     Dalam laporan ini penulis membahas salasatu dari beberapa kegiatan pada saat prakerin,yang dalam hal ini penulis membahas mengenai perbaikan penguat suara atau sering di sebut Power Amplifier Sony Compo.
Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada       :
1.    Bapak Asep Saepudin selaku Kepala Cabang PT. AGIS Tbk. Divisi Service
2.    Bapak Maman Muharman selaku pembimbing di PT. AGIS Tbk. Divisi Service
3.    Bapak Rudi Sugandhi S.Pd., M.M.Pd selaku Kepala jurusan TAV SMKN 3 Kuningan
4.    Bapak Rabun S.Pd., M.M.Pd selaku Kepala PRAKERIN
5.    Semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan laporan ini.
     Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari penguji guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik  di masa yang akan datang.

Kuningan,  Agustus  2014

ii
                                                                                                          Penulis

DAFTAR  ISI
                                                                                                                        hal
LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................         i
KATA PENGANTAR..................................................................................        ii
DAFTAR ISI................................................................................................       iii
BAB I           PENDAHULUAN...................................................................         1
1.1             Latar belakang.........................................................         1
1.2             Tujuan......................................................................         1
BAB II          PROSES PENGERJAAN (PROSES PRODUKSI)................         2
                     2.1          Uraian materi...........................................................         2
                     2.2          Alat dan bahan........................................................           6
                     2.3          Gambar kerja...........................................................         7
                     2.4          Langkah kerja..........................................................          9
BAB III         PENUTUP..............................................................................        13
                     3.1          Kesimpulan..............................................................       13
                     3.2          Saran.......................................................................         13

iii
                                                                 


BAB I
PENDAHULUAN



1.1                      Latar belakang
     Dalam hal ini kenapa penulis lebih memilih untuk membuat laporan yang berjudul perbaikan Power Amplifier dibandingkan vcd/dvd player, tape recorder, radio penerima yang keseluruhannya itu sudah terbuild in dalam satu unit yang dinamakan compo. Pertama penulis beralasan karena di tempat PRAKERIN yang sering ditangani penulis adalah mengenai Power Amplifier, selain hal tersebut penulis juga beralasan bahwa yang mempunyai peran vital dalam sistem compo selain catu daya juga power amplifier mempunyai peranan tak kalah penting, karena dalam system compo hanya menggunakan satu penguat suara/amplifier untuk menguatkan output dari masing-masing bagian, baik itu dari vcd/dvd player, tape recorder ataupun radio penerima yang jika penguat suara/amflifiernya rusak maka semua output dari masing-masing bagian tidak dapat di kuatkan.

1.2                      Tujuan
1
Berbagi ilmu mengenai berbagai macam permasalahan yang di timbulkan oleh Power Amplifier Compo dan bagaimana cara memperbaikinya.

BAB II
PROSES PENGERJAAN (PROSES PRODUKSI)



2.1                Uraian Materi
2.1.1       Power Amplifier
     Power amplifier adalah penguat akhir bagian sistem tata suara yang berfungsi sebagai penguat sinyal audio yang pada dasarnya merupakan penguat tegangan dan arus dari sinyal audio yang bertujuan untuk menggerakan pengeras suara (loud speaker). Istilah power amplifier merupakan penguat akhir sehingga tidak dilengkapi dengan pengatur nada, berbeda dengan istilah amplifier yang didalmanya terdiri dari pengatur nada dan power amplifier.




2
 


2.1.2    Kerusakan-kerusakan yang biasa terjadi Pada Bagian Power Amplifier Sony COMPO
2.1.2.1     Compo  ”Push Power Protec’’
         Push Power Protect pada mini compo adalah keadaan di mana saat unit compo di hidupkan pada display akan tampil tulisan    “Push Power Protect”  dan seketika unit compo tidak dapat di gunakan baik untuk memutar cassete ataupun CD.
     Kenapa dapat terjadi Push Power Protect?Push Power protect dapat diakibatkan oleh terjadinya kerusakan pada salasatu atau beberapa komponen baik aktif maupun pasif sehingga rangkaian tidak dapat berfungsi sesuai apa yang telah di tetapkan pabrik,namun yang memang sering sekali terjadi protec  dikarenakan oleh  terjadinya consletting pada bagian output Power Amflifier dimana terhuhungnya  kutub (+) dengan (–) sehingga power amplifier mengalami over load atau kelebihan beban, mengakibatkan melonjaknya suatu arus listrik yang mengalir pada rangkaian sehingga terjadinya mode perlindungan pada unit.
2.1.2.2      Compo tidak mengeluarkan suara baik pada front speaker, surround, ataupun center akan tetapi tidak terjadi protect
     Masalah kerusakan seperti ini bagi teknisi awam memang sedikit sulit untuk di analisa secara fisik bagian mana yang mengalami kerusakan,karena biasanya kerusakan semacam ini jarang menimbulkan cacat fisik pada bagian rangkaiannya seperti resistor terbakar ataupun sebagainya.
     Dan biasanya para teknisi tidak ingin ambil pusing dan langsung mendiagnosa bahwa kerusakan ini terjadi akibat komponen aktif mengalami kerusakan, dalam hal ini komponen aktif yang memang mempunyai peran besar dalam penguatan suara pada Sony Compo adalah IC STK, namun sebenarnya jika compo tidak mengeluarkan suara itu bukan hanya di sebabkan ic STKnya yang mengalami kerusakan bisa saja komponen lainnya.
     Memang dalam hal ini teknisi di tuntut  untuk mempunyai ketelitian dan disiplin lebih, untuk menganalisa satu persatu komponen yang bisa saja fisiknya masih baik namun nilainya sudah berubah atau rusak.
2.1.2.3      Compo hanya mengeluarkan suara pada salasatu keluaran baik pada bagian front speaker,surrround atau center saja.
     Kerusakan seperti ini akan mudah di analisa jika pada masing-masing keluran memiliki penguatannya sendiri, biasanya kerusakan seperti ini terjadi karena ada bagian jalur rangkaian yang putus diakibatkan faktor umur atau juga dapat disebabkan adanya solderan yang terkelupas.







2.2                Alat dan Bahan
                     2.2.1       Alat
·      Obeng + dan  -
·      Solder
·      Attractor (sedotan timah)
·      Avo Meter
·      Tang potong
·      Tang lancip
·      Tiner
·      Cutter
·      Koas
·      Pinset

                     2.2.2       Bahan
·      Blok Power Amplifier Sony Mini Compo
·     Timah/Tinol
·     Sperpart pengganti terkait dengan  Blok Power Amplifier







2.3                Gambar Kerja

Gambar 2.3.1 BOARD PA SONY MINI COMPO HCD-XGR80




Gambar 3.2.2 SKEMA PA SONY MINI COMPO HCD-XGR80
 



                                                      tampilan luar sony compo 


                                                   Bagian dalam sony compo
                                                             
    

                                                    Blok PA sony compo



2.4                Langkah Kerja


Langkah kerja perbaikan power amplifier sony mini compo, unit “push power protec” adalah sebagai berikut :
2.4.1    Mempersiapkan  segala peralatan yang dibutuhkan      sebelum   melakukan perbaikan unit.
2.4.2    Pemeriksaan terlebih dahulu kerusakan pada unit compo yang akan diperbaiki. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan mengenai masalah/kerusakan yang terjadi pada unit tersebut.
2.4.3    Membuka satu persatu baut yang terdapat pada casing unit, dalam hal ini biasakan menggunakan obeng yang sesuai dengan ukuran bautnya. Perlu kehati-hatian dan ketelitian lebih pada saat mencopot casing dari casisnya, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan seperti casing tergores atau sebagainya.
2.4.4    Setelah casing terlepas, dalam unit akan didapati berbagai macam board, diantaranya board power supply, mainboard, board power amplifier dan sebagainya. Pada kasus ini yang pertama dilakukan adalah mencari socket yang menghubungkan dari mainboard ke power amplifier board, lalu memfloating/mengangkat timah  solderan pada pin yang bertuliskan “protect”. Ini di maksudkan untuk menghilangkan mode perlindungan/proteksi pada board power ampfifier.
2.4.5    Kemudian menghidupkan unit compo, setelah dihidupkan ternyata compo tidak mengeluarkan perintah “push power protec” juga tidak mengeluarkan suara sama sekali pada saat digunakan untuk memutar kaset atau yang lainnya, namun volume sudah maksimal. Dapat di simpulkan sementara bahwa yang mengalami kerusakan adalah pada bagian board power supplynya, lalu matikan kembali unit.
2.4.6    Berikutnya melepas board power amplyfier dari unit compo agar mempermudah penganalisaan kerusakan. Penganalisaan awal yaitu melihat terlebihdulu secara fisik apakah ada komponen yang terbakar ataupun sebagainya.
2.4.7    Dan setelah melakukan penganalisaan secara fisik terhadap board power amplifier ternyata di dapati ada salasatu komponen yang terlihat sudah terbakar, komponen tersebut adalah resistor fuse. Resistor jenis ini selain berfungsi sebagai penghambat arus juga sebagai sekering. Resistor jenis ini didesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang sangat besar melaluinya, maka hambatanya menjadi tak terhingga.
2.4.7    Setelah dilakukan pengukuran pada resistor yang terlihat terbakar dengan menggunakan multimeter , ternyata nilainya menunjukan angka tak terhingga. Sehingga dapat di pastikan bahwa resistor ini sudah dalam keadaan rusak/putus.
2.4.8    Mengganti resistor tersebut dengan resistor baru yang sama nilai hambatannya. Juga menyolder kembali pin socket yang tadi difloating. Yaitu pada pin yang bertuliskan protec.
2.4.9    Memasang kembali board power amplyfier sesuai dengan tempatnya.
2.4.10  Sebelum mencoba untuk dihidupkan , terlebih dahulu memeriksa apakah semua kabel sudah terpasang dengan baik dan benar.
2.4.11  Menghidupkan unit compo.
2.4.12  Setelah unit compo dihidupkan ternyata perintah push power protec sudah tidak tampil lagi pada display compo, dan suarapun keluar pada saat unit dipakai untuk memutar kaset dan sejenisnya.
2.4.13  Melakukan pengujian terhadap unit compo selama kurang lebih 4 jam, dan jika setelah 4 jam tidak ada perubahan pada unit compo maka unit compo dapat dipastikan sudah selesai diperbaiki.
2.4.14  Memasang kembali casing unit compo, tetap teliti agar nantinya tidak ada baut yang lupa terpasang. Membersihkan unit compo dengan lap kering agar unit compo terlihat bersih & mengkilap kembali.


BAB III
PENUTUP



3.1                Kesimpulan
    Rangkaian elektronika adalah rangkaian yang kompleks, oleh karena itu jika satu bagian saja khususnya pada Power Amplifier mengalami kerusakan maka bagian yang lainnya pun tidak akan bekerja dengan baik dan maksimal. Dalam hal kerusakan, tidak selamanya ditimbulkan oleh komponen aktif, terkadang komponen pasif juga dapat mengalami kerusakan. Seperti apa yang penulis paparkan dalam laporan ini.
3.2                Saran    
3.2.1       Saran Umum
               3.2.1.1    Bagi Sekolah
143
    Agar meningkatkan hubungan kerja sama sekolah dengan PT. AGIS tbk Divisi Service. Sebaiknya dalam Pelaksanan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) sekolah selalu siap untuk memonitoring anak-anak didiknya dengan teratur, agar sekolah tau bagaimana peserta didiknya bertingkah laku di Dunia Industri.


15
3.2.2    Saran Khusus
     Dalam penganalisaan suatu kerusakan baik dalam rangkaian power amplifier ataupun rangkaian-rangkaian yang lainnya tidak hanya cukup menguasai tentang alat ukur dan bangaimana cara menggunakannya, juga harus menguasai fungsi dari masing-masing bagian yang menyusun blok rangkaian yang akan di perbaiki dan bagaimana cara kerja dari blok rangkaian tersebut.